Selasa, 15 Desember 2009

Urus KTP, Selesai Lima Menit

Kecamatan Mamajang

Urus KTP, Selesai Lima Menit

Jika pengurusan KTP selama ini membutuhkan waktu beberapa hari, kini sudah bisa selesai hanya dalam waktu lima menit.


Upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Mamajang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pengunaan tekhnologi informasi telah memudahkan masyarakat dalam pembuatan surat-surat penting yang dibutuhkan khususnya kartu tanda penduduk (KTP).
Menurut H.Andi Kamaruddin Munde, jika selama ini untuk mengurus satu buah KTP, warga harus menunggu beberapa hari baru selesai, maka saat ini pengurusan KTP sudah bisa selesai hanya dalam waktu lima menit. Hal ini disebabkan karena Kecamatan Mamajang sudah menerapkan sistem pembuatan Kartu Tanda Penduduk secara on line.
''Proses pembuatan KTP di Kecamtan Mamajng bisa berjalan lancar, bahkan bisa selesai dalam waktu lima menit, apabila semua persyaratan untuk membuat KTP telah terpenuhi, seperti pengantar dari kelurahan dan memperlihatkan KK,'' jelas Kamaruddin.
Masyarakat kini tak lagi menemukan birokrasi yang berbelit. Semua serba mudah. Karena itu, setiap masyarakat yang ingin mengurus KTPnya agar tidak melewati pihak ketiga melainkan datang langsung ke kantor kelurahan. Hal ini untuk menghindari adanya pungutan liar yang selama ini marak terjadi di masyarakat.
"Begitu pun persoalan biaya pengurusan tinggal bayar sesuai perdanya yaitu Rp 25.000 serta biaya Kartu Keluarga Rp 5.000 rupiah, calon pemohon bisa langsung foto dan tinggal menunggu sekitar 15 menit, proses pembuatan KTP langsung jadi," paparnya
Disinggung mengenai program IASmo lima bebas yang akan berlaku pada tahun 2009, Kamaruddin menyatakan staf kecamatan dan kelurahan akan tetap melayani masyarakat dengan baik. Pihaknya juga berharap agar tidak ada lagi warganya yang tidak memiliki KTP dan KK. Selama tahun 2008, jumlah Kartu Tanda Penduduk yang telah dikeluarkan oleh Kecamatan Mamajang sebanyak 11.209 dan 5.124 Kartu Keluarga.
Di sisi lain dalam hal pelayanan dibidang ketertiban dan keamanan masyarakat (Kantibmas), khususnya balapan liar yang marak terjadi di Jalan Veteran Selatan, Kapolsek Mamajang AKP Kamaluddin mengharapkan pertisipasi dari masyarakat. Setiap Jumat di mesjid telah dilakukan penyuluhan pada masyarakat. Demikian pula dengan masalah minuman keras.
Dikatakannya bahwa setiap malam minggu aparat polisi dari polsek mamajang selalu melakukan patroli dan menjaring para pelaku balapan liar dari kalangan ABG ini.

Mari belajar ke Dempasar
Menyoal pengurusan KTP Pemerintah kota Makassar sebagai pintu gerbang dan ikon Indonesia Timur bisa belajar di Dempasar Bali. Untuk memperpanjang masa berlaku KTP masyarakat Pulau Dewata ini, karena tidak perlu repot-repot mengurus surat pengantar dari ketua rukun tetangga, rukun warga, dan kelurahan. Sebab, mereka tinggal mengisi formulir (template) perpanjangan KTP, meng- attach foto diri sesuai ukuran KTP, dan meng-upload scan tanda tangan dengan mengakses alamat http://kependudukan.denpasarkota.go.id/KTP.
Pada alamat tersebut akan muncul syarat dan ketentuan registrasi perpanjangan KTP secara online. Memang, ini adalah fasilitas pengurusan perpanjangan KTP secara online melalui internet. Dengan mengisi formulir yang ada, paling lambat, dalam dua minggu, KTP akan di kirimkan langsung ke alamat pemohon.
Sedangkan untuk pembuatan KTP baru, masih diberlakukan cara manual, karena semua itu berkaitan dengan data baru, seperti kartu keluarga dan surat- surat pendukung pembuatan KTP. Prosesnya pun seperti pembuatan surat izin mengemudi (SIM) dan paspor, karena memberlakukan pemotretan dan pencetakan langsung.
Tentang kepengurusan KTP itu, selain cara online, juga diadakan KTP keliling dengan menggunakan armada mobil. Pelayanan online yang diberlakukan pada proses perpanjangan KTP ini, juga diberlakukan untuk dinas-dinas lainnya, seperti dinas perizinan. Pemerintah Kota Dempasar sejak tahun 2008 telah membuka proses perizinan secara online, sebagai usaha pemberian pelayanan satu pintu atau dalam bentuk unit pelayanan terpadu. (Salma)

Mencegah Penyakit Musim Hujan

Ibu dan Anak
Mencegah Penyakit Musim Hujan

Di penghujung tahun 2008 lalu Makassar dan sekitarnya , kedatangan hari disambut dengan gerimis, bahkan sampai hujan lebat. Lumayan cukup sejuk, lebih dari sekedar embun yang membasahi panas pada hari-hari sebelumnya.


Di beberapa daerah di Indonesia termasuk Makassar, sudah saatnya kita mempersiapkan diri menghadapi curah hujan yang sangat tinggi di awal tahun yang menyebabkan banjir, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tidak mengherankan jika pada musin hujan, biasanya ruang praktek dokter maupun rumah sakit dipenuhi dengan anak-anak maupun orang dewasa yang sakit batuk dan pilek serta diare maupun demam berdarah (DB). Sebab, di samping banjir, penyakit tersebut akan tumbuh subur di musim hujan.

Influenza
Influenza atau flu sebenarnya sudah dikenal orang sejak ratusan tahun lalu. Ia sering disebut sebagai penyakit daerah tropis, meski kini sudah mulai menyebar di daerah empat musim. Ketika muncul batuk pilek, orang langsung tahu, inilah gejala flu. Serangan yang lebih berat umumnya dibarengi dengan suhu tubuh berkisar 38-40 derajat Celcius, sakit kepala, radang tenggorokan, lemas, mual, kadang disertai ngilu pada tulang. Masa inkubasi flu berlangsung 1-2 hari.

Demam Berdarah
Demam berdara disebabkan oleh virus gigiran nyamuk aedes aegypti, gejala demam berdarah segera muncul. Gejala awalnya mirip penyakit flu biasa, sehingga dokter pun tak mudah memastikannya. Pada hari pertama hingga ketiga, demam tinggi mendadak, tidak pilek atau batuk, muka kemerahan, lesu dan lemah, tidak nafsu makan, mual dan muntah.
Kadang-kadang disertai mencret, kejang, nyeri otot atau pegal-pegal, serta byeri perut. Pada hari ketiga hingga kelima, dengan turun, tapi penderita tetap lemah. Hari keenam merupakan fase penyembuhan, demam menghilang, tidak ada perdarahan baru, timbul nafsu makan, dan sembuh dari gejala sisa.

Diare dan Muntaber
Diare atau Gastro Entryis Akut (GEA) biasanya muncul karena kurangnya kebersihan, baik pada lingkungan maupun makanan. Gejalanya, buang air besar sampai 6-10 kali dalam sehari. Tubuh lemas karena kekurangan cairan (dehidrasi).
Sama seperti diare, muntaber muncul akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan makanan yang dikonsumsi. Penyebabnya adalah bakteri Vibrio cholerae dan Escherichia coli. Gejala awal ditandai dengan kenaikan suhu badan yang tajam, kurang selera makan, kerap buang air besar, serta muntah-muntah. Salah satu mediator penyebaran bakteri penyebab diare maupun muntaber adalah lalat.

Bagaimana mencegah agar keluarga Anda bisa terlindungi dari penyakit musim hujan? Kebanyakan orang tua mengetahui jawabannya, akan tetapi musim hujan adalah saat yang paling baik untuk mengingatkan kita:
Ingat 3M (Menguras, Mengubur, dan Menutup)
Untuk mengantisipasi virus dengue adalah memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti dengan cara 3M. Bak mandi selalu dikuras, kaleng-kaleng bekas harus dikubur, dan jangan ada genangan air, dengan cara menutup tempat-tempat air. Perlu diketahui, nyamuk aedes aegypti akan berkembang biak dengan subur di saat musim hujan, karena banyak genangan air bersih yang ia sukai. Saat tidur, baik siang maupun malam, amankan diri dengan lotion atau obat anti nyamuk.

Cucilah Tangan Anak Anda Sesering Mungkin
Penyebaran penyakit di musim hujan terjadi dari satu orang kepada orang lain. Kemungkinan penyebarannya lebih besar karena orang cenderung untuk berkumpul di dalam ruangan tertutup, yang memudahkan penyebaran virus dan bakteri. Karena anak Anda masih sering memasukkan barang atau tangannya sendiri ke dalam mulut, sering-seringlah cuci tangan anak anda. Biarkan ia bermain dengan air berkali-kali. Jika salah satu penghuni rumah anda terjangkit flu atau demam, perbanyak waktu mencuci tangan anak anda.

Jagalah Daya Tahan Keluarga Anda Semaksimal Mungkin
Hal yang perlu diingat untuk menghindari serangan penyakit di musim hujan adalah selalu menjaga stamina. Stress, baik fisik maupun emosi dapat memudahkan anak anda terjangkit penyakit. Kurang makan dan kurang istirahat merupakan target yang empuk bagi virus untuk mengunjungi tubuh anak anda. Berikan istirahat yang banyak bagi anak, ikuti petunjuk dokter mengenai vitamin dan makanan sehat.
Selain itu, cukuplah pasokan air, dengan minum 8 gelar air sehari. Jangan abaikan pula makanan empat sehat lima sempurna, karena kelengkapan gizi seperti itu sudah pasti akan melengkapi konsumsi vitamin E yang banyak terdapat pada sayuran hijau, dan vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan. (Salmawati)

Contoh Bagi Masyarakat

Kecamatan Mamajang
Contoh bagi Masyarakat

Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai pucuk pemerintahan di wailayah kecamatan, sudah sepantasnya camat dan lurah menjadi penggerak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan.


Mewujudkan lingkungan yang bersih, asrih, nyaman dan hijau merupakan salah satu program prioritas Kecamatan Mamajang di tahun 2009 ini. Tentunya hal tersebut untuk menyukseskan program makassar green and clean dan gerakan Sulsel hijau. Demikian diungkapkan H.Andi Kamaruddin Munde, ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Kebersihan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Camat sebagai perpnjangan tangan dari pemerintah harus berperan aktif ditengah-tengah masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.
Untuk itu, Kamaruddin bertekad semua kantor camat dan kelurahan menjadi contoh bagi masyarakat. Setiap lurah bekerjasama dengan RT/RW dan masyarakat untuk melakukan pembersihan. Baik di halaman maupun selokan di depan rumah masing-masing. Agar tidak mengalami kesulitan dalam membersihkan selokan tersebut, Kamaruddin mengajak masyarakat Kecamatan Mamajang untuk tidak melakukan pengecoran diatas selokan.
Tahun ini, sambuk Kamaruddin, Pemerintah Kota Makassar akan memberikan satu unit mobil sampah keliling di Kecamatan Mamajang. Dengan adanya mobil sampah keliling ini, diharapkan bisa mengangkut semua sampah masyarakat di daerah Mamajangh. Karenya Camat menghimbau ahgar warga membuang sampah pada tempatnya sesuai waktu yang ditetapkan.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini, jumlah amrol yang ada sebanyak 7 buah yang tersebar di 13 kelurahan. Setiap amrol ditangani langsung oleh satu penanggung jawab yang di beri upah perbulannya sebesar Rp 25.000. Penanggung jawab ini bertugas menjaga kebersihan amrol dan menegur masyarakat yang membuang sampah diluar amrol. Begitu pula jika amrol sudah penuh, mereka menghubungi mobil pengangkut sampah. Untuk memberi support pada penanggung jawab amrol ini setiap tahunnya diadakan lomba kebersihan.
Untuk mewujudkan semua itu Camat Mamajang, telah disusun jadwal dan sudah berjalan sejak tahun 2008. Khusus di Kator kecamatan, setiap selesai Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) minggu pertama dan kedua, dilakukan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor kecamatan. Dan setiap minggu, kelurahan mengadakan kerjabakti bersama masyarakat.
Kecamatan Mamajang merupakan salah satu dari 14 kecamatan yang ada di Kotamadya Makassar. Pada sebelah utaranya, berbatasan dengan Kecamatan Makassar dan Ujung Pandang, sebelah barat Kecamatan Mariso, sebelah timur Rappocini dan Tamalate dan sebelah selatan juga berbatasan dengan Kecamatan Tamalate. Hingga Desember 2008, kecamatan yang memiliki luas wilayah 2,25 km2 ini memiliki jumlah penduduk sekitar 69.485 jiwa.
Menciptakan lingkungan yang bersih, asrih, nyaman dan hijau memang tidak semudah membalik telapak tangan. Namun dengan tekad yang kuat serta kerja keras dari semua pihak, tentunya bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan di Kecamatan Mamajang.


Kecamatan Mamajang
Propinsi: Sulawesi Selatan
Kota: Makassar
Camat: H.A.Kamaruddin Munde
Luas: 2,25 km2
Jumlah Penduduk: 69.485 Jiwa (Desember 2008)
Desa/Kelurahan: 13
RT/RW: 292/57

Minggu, 29 November 2009

aku menangis untuknya

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laciayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.:
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa punmengaku, jadi Beliau mengatakan :
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!".
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikkumencengkeram tangannya dan berkata :
"Ayah, aku yang melakukannya! ".
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitumarahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami danmemarahi,:
"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yangakan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu malu!".
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuhdengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutupmulutku dengan tangan kecilnya dan berkata :
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanianuntuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masihkelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikkuketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnyamemberengut :"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitubaik..."
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Sambil berkata :
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?".
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata :
"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyakbuku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya sambil berkata :
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?. Bahkan jikaberarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berduasampai selesai!".
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjamuang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yangmembengkak, dan berkata :
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidakakan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.".
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan keuniversitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikkumeninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacangyang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkansecarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja danmengirimu uang.".
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan airmata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun.Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yangadikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, akusedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan :
" Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !".
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, danmelihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen danpasir. Aku menanyakannya, :
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan merekapikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akanmenertawakanmu? "
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debudari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku :
"Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamuadalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..".
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Iamemakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan :
"Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harusmemiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalampelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telahdiganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, akumenari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskanbegitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambiltersenyum :
"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkahkamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendelabaru itu..".
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratusjarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya danmebalut lukanya.aku bertanya :
"Apakah itu sakit?".
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidakmenghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun kewajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan akumengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi merekatidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidakakan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan :
"Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkanpekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikkumenolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerjareparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan akupergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu :
"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harusmelakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yangbegitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. :
"Pikirkan kakak ipar...ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidakberpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apayang akan dikirimkan?"
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yangsepatah-sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu,ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani daridusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanyakepadanya :
"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?".
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab :
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidakdapat kuingat :
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiaphari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah danpulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja danberjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetarankarena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjagakakakku dan baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannyakepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku akhirnya keluar juga :

"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
ucapku dengan air mata yang terus mengalir.