Selasa, 15 Desember 2009

Mencegah Penyakit Musim Hujan

Ibu dan Anak
Mencegah Penyakit Musim Hujan

Di penghujung tahun 2008 lalu Makassar dan sekitarnya , kedatangan hari disambut dengan gerimis, bahkan sampai hujan lebat. Lumayan cukup sejuk, lebih dari sekedar embun yang membasahi panas pada hari-hari sebelumnya.


Di beberapa daerah di Indonesia termasuk Makassar, sudah saatnya kita mempersiapkan diri menghadapi curah hujan yang sangat tinggi di awal tahun yang menyebabkan banjir, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tidak mengherankan jika pada musin hujan, biasanya ruang praktek dokter maupun rumah sakit dipenuhi dengan anak-anak maupun orang dewasa yang sakit batuk dan pilek serta diare maupun demam berdarah (DB). Sebab, di samping banjir, penyakit tersebut akan tumbuh subur di musim hujan.

Influenza
Influenza atau flu sebenarnya sudah dikenal orang sejak ratusan tahun lalu. Ia sering disebut sebagai penyakit daerah tropis, meski kini sudah mulai menyebar di daerah empat musim. Ketika muncul batuk pilek, orang langsung tahu, inilah gejala flu. Serangan yang lebih berat umumnya dibarengi dengan suhu tubuh berkisar 38-40 derajat Celcius, sakit kepala, radang tenggorokan, lemas, mual, kadang disertai ngilu pada tulang. Masa inkubasi flu berlangsung 1-2 hari.

Demam Berdarah
Demam berdara disebabkan oleh virus gigiran nyamuk aedes aegypti, gejala demam berdarah segera muncul. Gejala awalnya mirip penyakit flu biasa, sehingga dokter pun tak mudah memastikannya. Pada hari pertama hingga ketiga, demam tinggi mendadak, tidak pilek atau batuk, muka kemerahan, lesu dan lemah, tidak nafsu makan, mual dan muntah.
Kadang-kadang disertai mencret, kejang, nyeri otot atau pegal-pegal, serta byeri perut. Pada hari ketiga hingga kelima, dengan turun, tapi penderita tetap lemah. Hari keenam merupakan fase penyembuhan, demam menghilang, tidak ada perdarahan baru, timbul nafsu makan, dan sembuh dari gejala sisa.

Diare dan Muntaber
Diare atau Gastro Entryis Akut (GEA) biasanya muncul karena kurangnya kebersihan, baik pada lingkungan maupun makanan. Gejalanya, buang air besar sampai 6-10 kali dalam sehari. Tubuh lemas karena kekurangan cairan (dehidrasi).
Sama seperti diare, muntaber muncul akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan makanan yang dikonsumsi. Penyebabnya adalah bakteri Vibrio cholerae dan Escherichia coli. Gejala awal ditandai dengan kenaikan suhu badan yang tajam, kurang selera makan, kerap buang air besar, serta muntah-muntah. Salah satu mediator penyebaran bakteri penyebab diare maupun muntaber adalah lalat.

Bagaimana mencegah agar keluarga Anda bisa terlindungi dari penyakit musim hujan? Kebanyakan orang tua mengetahui jawabannya, akan tetapi musim hujan adalah saat yang paling baik untuk mengingatkan kita:
Ingat 3M (Menguras, Mengubur, dan Menutup)
Untuk mengantisipasi virus dengue adalah memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti dengan cara 3M. Bak mandi selalu dikuras, kaleng-kaleng bekas harus dikubur, dan jangan ada genangan air, dengan cara menutup tempat-tempat air. Perlu diketahui, nyamuk aedes aegypti akan berkembang biak dengan subur di saat musim hujan, karena banyak genangan air bersih yang ia sukai. Saat tidur, baik siang maupun malam, amankan diri dengan lotion atau obat anti nyamuk.

Cucilah Tangan Anak Anda Sesering Mungkin
Penyebaran penyakit di musim hujan terjadi dari satu orang kepada orang lain. Kemungkinan penyebarannya lebih besar karena orang cenderung untuk berkumpul di dalam ruangan tertutup, yang memudahkan penyebaran virus dan bakteri. Karena anak Anda masih sering memasukkan barang atau tangannya sendiri ke dalam mulut, sering-seringlah cuci tangan anak anda. Biarkan ia bermain dengan air berkali-kali. Jika salah satu penghuni rumah anda terjangkit flu atau demam, perbanyak waktu mencuci tangan anak anda.

Jagalah Daya Tahan Keluarga Anda Semaksimal Mungkin
Hal yang perlu diingat untuk menghindari serangan penyakit di musim hujan adalah selalu menjaga stamina. Stress, baik fisik maupun emosi dapat memudahkan anak anda terjangkit penyakit. Kurang makan dan kurang istirahat merupakan target yang empuk bagi virus untuk mengunjungi tubuh anak anda. Berikan istirahat yang banyak bagi anak, ikuti petunjuk dokter mengenai vitamin dan makanan sehat.
Selain itu, cukuplah pasokan air, dengan minum 8 gelar air sehari. Jangan abaikan pula makanan empat sehat lima sempurna, karena kelengkapan gizi seperti itu sudah pasti akan melengkapi konsumsi vitamin E yang banyak terdapat pada sayuran hijau, dan vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan. (Salmawati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar